JAKARTA, Carvaganza – Setelah diperkenalkan dalam ajang IIMS sebelumnya dan memamerkan teknologinya baru-baru ini, Tiggo 8 Chery Super Hybrid (CSH) dijadwalkan memasuki tahap produksi massal pada Mei 2025. SUV 7-penumpang berjenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini akan dirakit secara CKD di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
Country Director PT Chery Sales Indonesia (CSI), Zheng Shuo, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada acara peluncuran resmi Tiggo 8 CSH. Meskipun belum ada harga pasti, estimasi harga jualnya berada di kisaran Rp600 jutaan.
“Produksi massal pada Mei 2025. Saat ini memang sudah produksi tapi dalam tahap kecil, untuk kebutuhan test drive media dan test drive di dealer Chery. Sehabis Lebaran, unit akan merata di diler masing-masing satu unit sehingga sebelum kita launching kita sudah bikin test pasar dan konsumen bisa mencoba lebih dulu,” kata Shuo di Bekasi, Kamis (27/3/2025).
Saat ditanya mengenai peluang mendapatkan insentif 3 persen untuk kendaraan hybrid yang mensyaratkan TKDN minimal 40 persen, Shuo belum dapat memastikan. Menurutnya, model ini masih tergolong baru dan proses produksinya saat ini masih dalam tahap uji coba.
Keputusan menghadirkan teknologi CSH di Indonesia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik yang beragam. Dengan teknologi PHEV ini, Chery menawarkan solusi bagi mereka yang masih ragu untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik atau yang ingin tetap memiliki kendaraan berbasis mesin bakar dengan efisiensi bahan bakar tinggi namun tetap mendapatkan karakteristik kendaraan listrik.
“Di lain hal menurut kita teknologi ini cocok untuk pasar Indonesia. Mungkin ada konsumen yang masih ragu untuk langsung ke BEV karena pertimbangan SPKLU atau infrastrukturnya. Mereka bisa pakai model Chery Super Hybrid lebih dulu, terutama konsumen di luar Jawa,” paparnya.
Chery Tiggo 8 CSH akan tersedia dalam dua varian penggerak, yakni All Wheel Drive (AWD) dengan dua motor listrik dan Front Wheel Drive (FWD) dengan satu motor listrik. Berdasarkan spesifikasi awal yang diungkapkan, mobil ini mengusung mesin bensin 1.500 cc Turbo yang dikombinasikan dengan motor listrik, menghasilkan total tenaga hingga 500 hp dan torsi mencapai 735 Nm.
Sebagai kendaraan PHEV, Tiggo 8 CSH dapat diisi ulang layaknya mobil listrik melalui SPKLU maupun listrik rumah tangga. Teknologi pengisian daya yang digunakan adalah DC Charging CCS2, memungkinkan pengisian dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Sementara dalam kondisi baterai penuh, kendaraan ini mampu beroperasi dalam mode full EV sejauh 90 km.
Chery Tiggo 8 CSH diklaim memiliki efisiensi bahan bakar hingga 76 km/liter dan dalam kondisi tangki penuh, kendaraan ini dapat menempuh jarak lebih dari 1.300 km. Menarik untuk menantikan peluncuran resmi mobil ini, terutama dalam hal harga, yang berpotensi menjadikannya sebagai PHEV paling terjangkau di Indonesia.
(BANGKIT JAYA / WH)